Hukum Trading Saham Dalam Islam Menurut Para Ulama

Saham
 

Trading saham adalah kegiatan membeli dan menjual surat kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperjualbelikan di pasar modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Pada umumnya, trading saham dilakukan dengan cara membeli pada harga yang lebih rendah dan menjualnya kembali pada harga yang lebih tinggi, atau dengan cara melakukan short selling untuk memperoleh keuntungan dari penurunan harga saham.

Trading saham berbeda dengan investasi saham yang biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang dengan tujuan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham atau dividen yang diberikan oleh perusahaan. 

Baca Juga :  10 Bank Syariah Terbesar di Indonesia

Hukum Trading Saham Dalam Islam

Investor biasa dengan perdebatan tentang halal atau haram trading saham. Ini karena fakta perdagangan baru-baru ini. Investasi di sektor non riil tidak pernah ada sebelumnya.

Hukum trading saham adalah haram, menurut telegram Ustadz Dr. Oni S. Berikut diuraikan dalam tiga komponen:

Short Selling

Trading saham halal atau haram berbeda dalam banyak hal, salah satunya adalah short selling. Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa perdagangan tersebut haram:

  • Tidak seperti investasi, transaksi trading adalah jual beli.
  • Transaksi trading dilakukan dengan singkat.
  • Setelah harga saham yang telah dibeli sebelumnya naik, aksi jual dilakukan dengan cepat.
  • Melakukan trading hanya karena jual beli, bukan investasi.

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Ethereum Sebagai Alat Investasi Dalam Pandangan Islam

Spekulasi

Menurut keputusan Dewan Syariah Nasional, berdagang saham halal atau haram dilarang karena terdapat unsur spekulasi yang sangat dilarang Islam.

Menjual Tapi Tidak Memiliki

Selain dua faktor yang telah disebutkan sebelumnya, ada elemen tambahan yang dianggap melanggar praktik trading saham halal atau haram, yaitu trader akan menjual barang yang belum dimiliki, yang merupakan praktik short selling.

Dalam trading saham halal atau haram, seseorang dianggap membeli saham kemudian menjualnya sebelum mereka benar-benar memilikinya.

“Janganlah kamu menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” kata Rasulullah saw. dalam Hadits yang diriwayatkan oleh al-Khamsah dari Hakim bin Hizam.

Berdasarkan ketiga poin ini, disimpulkan bahwa jual beli saham melalui trading adalah ilegal. Membeli saham adalah pilihan lain. Selanjutnya, saham yang dibeli akan digunakan sebagai modal investasi dengan akad syirkah dan mudharabah (bagi hasil). Jadi, pemilik saham akan menerima hasil atau dividen pada waktu tertentu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak