Hukum Investasi Reksadana Dalam Pandangan Islam Menurut Beberapa Ulama


Saham
Reksadana adalah sebuah wadah atau pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di dalam pasar modal.

SyariaKu - Investasi reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena relatif mudah dilakukan dan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

Namun, banyak yang masih bertanya-tanya apakah investasi reksadana halal atau haram menurut syariat Islam.

Dalam memandang investasi reksadana, syariat Islam memperhatikan beberapa prinsip dasar, yaitu tidak boleh melakukan riba, gharar (ketidakpastian), maysir (judi), dan yang bertentangan dengan syariat Islam lainnya.

Sehingga syarat investasi dalam reksadana adalah harus halal dan tidak mempergunakan uang atau harta yang didapatkan secara tidak halal. 

Untuk lebih aman, disarankan mencari reksadana syariah. Supaya lebih jelas aliran dana yang di kelola dan lebih transparan.

Menurut fatwa MUI No. 28/DSN-MUI/IV/2002 tentang Reksadana Syariah, investasi dalam reksadana syariah diperbolehkan dalam Islam.

Baca JugaHukum Trading Saham Dalam Islam Menurut Para Ulama

Hal ini dikarenakan prinsip investasi dalam reksadana syariah adalah mengikuti prinsip-prinsip syariah Islam, di mana nilai investasinya didasarkan pada usaha-usaha yang halal dan menjunjung tinggi nilai keadilan dan transparansi.

Investasi dalam reksadana syariah didasarkan pada prinsip wakalah, yakni pengelolaan investasi dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) yang ditunjuk, sedangkan investor memberikan wakalah atau kepercayaan untuk mengelola dana investasinya tersebut.

MI akan memilih instrumen investasi yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah Islam, dan keuntungan yang diperoleh akan dibagikan sesuai dengan kesepakatan antara MI dan investor.

Baca Juga : Hukum Menggunakan Ethereum Sebagai Alat Investasi Dalam Pandangan Islam

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua reksadana termasuk dalam kategori reksadana syariah.

Oleh karena itu, sebelum berinvestasi dalam reksadana, sebaiknya teliti dulu apakah reksadana tersebut termasuk dalam kategori reksadana syariah atau tidak.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan sertifikasi terhadap reksadana yang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak