Hukum Pacaran Dalam Pandangan Islam

Pacaran adalah hubungan romantis antara dua orang yang saling tertarik dan memutuskan untuk menjalin hubungan dengan eksklusifitas, baik secara monogami atau poligami. Pacaran biasanya dijalani oleh pasangan yang ingin lebih mengenal satu sama lain dalam rangka membangun hubungan yang lebih serius, seperti pernikahan. Dalam pacaran, pasangan biasanya melakukan aktivitas bersama, seperti berkencan, mengobrol, dan saling memberikan perhatian.


Namun bagaimana hukum pacaran dalam islam?

Dalam pandangan Islam, pacaran adalah suatu hal yang dihindari karena dianggap dapat membawa dampak negatif bagi individu dan masyarakat. Islam mengajarkan untuk menjaga dan memelihara kesucian, baik itu fisik maupun mental, serta menghindari pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan manusia pada perbuatan dosa.

Islam memperbolehkan untuk berkenalan dan saling mengenal antara calon pasangan sebelum menikah, namun harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama. Proses ta'aruf atau perkenalan yang islami adalah proses yang melibatkan keluarga dan orang tua dari kedua belah pihak, sehingga dapat memastikan bahwa pasangan yang dijodohkan memiliki nilai-nilai yang sama dan tujuan hidup yang sejalan.

Dalam Islam, pernikahan adalah suatu ibadah yang memiliki nilai yang tinggi, karena melalui pernikahan manusia dapat memenuhi kewajiban untuk memperbanyak keturunan, menjaga kesucian diri, serta memelihara keharmonisan dalam keluarga. Oleh karena itu, Islam mengajarkan untuk menghormati dan menjaga pernikahan, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak hubungan suami istri, termasuk pacaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Pendapat Ulama Tentang Pacaran

Pendapat ulama tentang pacaran bervariasi tergantung pada sudut pandang dan konteksnya. Namun, pada umumnya, ulama mengajarkan bahwa pacaran tidak sesuai dengan ajaran agama dan dapat membawa dampak buruk bagi individu dan masyarakat.
 
Ulama memandang bahwa pacaran dapat membawa dampak negatif, seperti terjerumus pada pergaulan bebas, dosa, kehamilan di luar nikah, dan bahkan kebencian antara pasangan jika hubungan tidak berjalan lancar. Oleh karena itu, ulama mengajarkan untuk menjaga kesucian diri, menghindari hubungan yang tidak islami, dan menjalin hubungan yang sehat dan sesuai dengan ajaran agama.
 
Namun, ulama juga memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan sosial dan emosional, termasuk kebutuhan untuk memiliki pasangan hidup. Oleh karena itu, Islam memperbolehkan untuk saling mengenal antara calon pasangan sebelum menikah, namun harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama, yakni melalui proses ta'aruf atau perkenalan yang melibatkan keluarga dan orang tua dari kedua belah pihak.
 
Dalam kesimpulannya, ulama menekankan bahwa menjaga kesucian dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama adalah kunci untuk menjalin hubungan yang sehat dan harmonis, serta membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Riwayat atau Landasan Haramnya Pacaran

Tidak ada riwayat yang secara spesifik mengharamkan pacaran dalam Al-Quran atau hadis. Namun, Islam mengajarkan untuk menjaga kesucian, menghindari pergaulan bebas, dan menjalin hubungan yang sesuai dengan ajaran agama.
 
Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 30-31: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau hamba-hamba yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai syahwat atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya sehingga diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung."

Ayat ini menekankan pentingnya menjaga kesucian diri dan menghindari pergaulan yang tidak islami. Selain itu, dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang laki-laki yang menemui seorang wanita sendirian melainkan setan menjadi ketiga di antara mereka" (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan untuk menjaga diri dan menghindari situasi yang dapat menjerumuskan manusia pada perbuatan dosa.
 
Oleh karena itu, meskipun tidak ada riwayat yang secara spesifik mengharamkan pacaran, Islam mengajarkan untuk menjaga kesucian diri dan menghindari pergaulan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak